Kampanye Sadar Bising IDI Cab. Majalengka

Pada tanggal 27 April 2017 telah dilaksanakan Seminar dan Workshop ” Penyakit Penyebab Ketulian, Fokus Deteksi Dini & Penanggulangan Bayi Lahir Tuli Untuk Dokter Umum” yang dilanjutkan pada keesokan harinya dengan kegiatan Kampanye Sadar Bising pada tanggal 28 April 2017.   Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dari  Tim dari RSUD Majalengka, Tim PGPKT, PERHATI Ciayumajakuning dan Pusat, IDI Cab. Majalengka serta Dinas Kesehatan Majalengka didukung oleh P2PTM Kemenkes.   Acara ini bertema “Majalengka, Menuju Kabupaten Sehat Telinga & Pendengaran Menghadapi MDGs, MEA dan Menuju Sound Hearing 2030”.

Sesi pertama seminar/simposiumdiikuti oleh 86 dokter, dimana sebelum dimulai para dokter peserta dipersilahkan untuk mengisi lembar prestes yang sudah dibagikan. Setelah mengisi lembar pretest kemudian dimulai sesi pertama dengan diserahkannya acara kepada moderator sesi pertama (dr. Deassy Arifiani). Materi pertama mengenai “selayang pandang anatomi & fisiologi pendengaran” oleh dr. Pahmi Budiman, SpTHT-KL. Kemudian materi kedua yaitu mengenai “Dampak & Penyakit Penyebab Ketulian dan Upaya Pencegahannya” oleh dr. Damayanti Soetjipto, Sp.THT-KL (K). Materi terakhir sesi pertama yaitu mengenai “Penyakit Prenatal Penyebab Tuli Kongenital & Pentingnya Vaksinasi Rubella Mencegah Bayi Lahir Tuli” oleh dr. Sally Mahdiani, Sp.THT-KL, M.Kes, masing- masing berlangsung 15 menit. Kemudian dilanjutkan tanya jawab peserta dan diakhiri kesimpulan oleh moderator.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan acara secara resmi. Diawali dengan doa oleh dr. Faris kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan beberapa sambutan, yaitu: ketua panitia (dr. Deden WS, SpTHT-KL), Perwakilan dari Dinas Kesehatan Majalengka (Bapak Ucu Supriatna), Ketua IDI Cabang Majalengka (dr.Hj. Erni H, MARS), Ketua Komnas PGPKT (dr. Damayanti S, Sp.THT-KL), Perwakilan dari P2PTM Kemenkes RI, dan terakhir Direktur RSUD Majalengka (dr. Harizal H, MM) sekaligus membuka acara secara resmi. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan earkit secara simbolis dari Komda PGPKT kepada Dinas Kesehatan Majalengka yang kemudian diberikan kepada perwakilan dari Puskesmas. Pembukaan diakhiri dengan sesi foto bersama tamu undangan dan seluruh peserta.  Sebelum memulai sesi kedua, dilakukan pemberian doorprize kepada 4 peserta melalui pengocokan nomor absen. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi kedua dimoderatori oleh dr. Deden WS, Sp.THT-KL

Materi pertama sesi kedua yaitu “Mengapa perlu Deteksi Dini & Rujukan Cepat Tepat pada Tuli Kongenital”? oleh dr. Damayanti S, Sp.THT-KL. Kemudian materi kedua yaitu Perkembangan Wicara Bayi & Balita” oleh Dr. dr. Ratna Anggraeni, SpTHT-KL(K). Sesi dua diakhiri dengan tanya jawab dan kesimpulan oleh moderator.  Sebelum dan setelah ishoma, terdapat pembagian doorprize, dilanjutkan workshop yang dipandu oleh dr. Damayanti serta tim aboeming dengan mendatangkan bayi dan balita untuk demo pemeriksaan pendengaran menggunakan deteksi sederhana, OAE dan audiometri.

Sesi ketiga dimoderatori oleh dr. Kathryn Sunaryo. Materi pertama sesi ketiga yaitu mengenai “Penyakit OMA, OMS dan OMSK serta Tatalaksananya” oleh dr. Ade Burhanudin, Sp.THT-KL, M.Kes dan materi kedua yaitu “Tuli Akibat Bising &Presbikus” oleh dr. Ismi Cahyadi, SpTHT-KL. Sesi ketiga diakhiri dengan tanya jawab, kesimpulan dan foto bersama, pukul 02.15 WIB.

Setelah simposium, selanjutnya dokter yang dibagi menjadi 3 kelompok untuk dapat melakukan Workshop yang dipandu oleh dr. Ade B, SpTHT-KL, dr Eri R, SpTHT-KL dan dr. Ismi C, SpTHT-KL. Workshop terdiri dari pemakaian earkit yang dibagikan, demo angkat serumen dan diskusi. Kemudian pemeriksaan audiometri dan OAE yang dibantu oleh tim aboeming (dua meja).

Sementara itu untuk kegiatan  Kampanye Sadar Bising dan Skrining Pendengaran dilaksanakan  pada tanggal 28 April 2017 bertempat di Aula SMKN 1 Majalengka yang dimulai  dengan  sambutan oleh ketua panitia (dr. Deden WS, Sp.THT-KL), Pihak SMKN 1 Majalengka (Pak Budi) dan Komnas PGPKT (dr. Damayanti S, Sp.THT-KL). Setelah dibuka secara resmi oleh dr. Damayanti, dilanjutkan kampanye sadar bising atau penyuluhan oleh dr. Pahmi Budiman, SpTHT-KL sekitar 30 menit. Setelah selesai kampanye, 25 orang siswa dipanggil untuk dilakukan skrining dengan alur pemeriksaan yaitu pertama ke ruangan pemeriksaan otoskopi dan pembersihan serumen, kemudian ruangan kedua yaitu ruangan OAE, jika terdapat kelainan pada pemeriksaan OAE, siswa akan dilanjutkan pemeriksaan audiometri di ruang ketiga. Terdapat 228 siswa yang melakukan registrasi dan mengikuti penyuluhan, 176 siswa yang dilakukan pemeriksaan otoskopi, 154 siswa yang dilakukan pemeriksaan OAE dengan 5 orang mendapat hasil refer pada salah satu telinga sehingga dilakukan pemeriksaan audiometri pada 5 orang tersebut. Berdasarkan audiometri, hasilnya menunjukkan terdapat 3 orang yang mengalami kelainan pendengaran.

Selamat IDI Cab. Majalengka 

About the Author: